Rabu, 06 April 2011

5 Aktifitas Mengasyikkan Saat Libur Musim Dingin di Jepang

Akhir Desember dipastikan para pekerja di Jepang memasuki libur musim dingin (fuyu yasumi). Selama 5 hingga 7 hari, mereka akan melakukan beragam aktifitas menyenangkan, berbeda dari hari-hari biasanya. Menikmati eksotisnya suasana musim dingin di Jepang.  Kira-kira, apa saja aktifitas yang mereka lakukan? Berikut 5 aktifitas mengasyikkan yang biasanya dilakukan saat musim dingin menyapa negerimatahari terbit itu.

1. Menikmati Makanan Oden

Oden adalah sejenis sup berisi bakso ikan, telur rebus, daikon (lobak) dan konnyaku. Oden dimasak dalam mangkuk besar di tengah meja dan dimakan bersama-sama ketika masih hangat. Menikmati oden merupakan aktifitas paling umum dilakukan di Jepang saat musim dingin.

Ketika udara dingin menyelingkupi, menikmati makanan hangat seperti oden sambil dikelilingi kehangatan keluarga, merupakan saat-saat menyenangkan. Tak hanya menyehatkan tubuh, menikmati oden juga semakin mempererat ikatan kekeluargaan atau kebersamaan.

Selain oden, makanan lain seperti nabeyaki udon, dan udon kabocha atau labu juga termasuk makanan populer untuk menghangatkan tubuh. Bahkan, buah labu (kabocha) yang diolah menjadi tempura, dipercaya berkhasiat mencegah flu di musim dingin.

2. Bermain Ski

Aktifitas bermain ski adalah aktifitas utama yang ditawarkan di berbagai tur musim dingin. Pergi bermain ski di pegunungan salju jadi primadona sebagian besar masyarakat Jepang. Pada 1996 saja, sebanyak 16,1 juta orang Jepang menganggap ski adalah hobi mereka. Tak mengherankan jika resor-resor (penginapan) musim dingin, dipenuhi para pemain ski dan snowboard.

Banyak tempat di negeri Sakura yang menyediakan lahan untuk bermain ski. Salah satunya adalah Hakuba dan Fujimi di Nagano. Setiap libur musim dingin, dipastikan tempat ini selalu dipenuhi warga Jepang dan para wisatawan mancanegara. Dilengkapi dengan peralatanmengasyikkan dengan hamparan salju yang lembut, jadi daya tarik utama tempat ini.

3. Menginap di Penginapan Tradisional

Selain bermain ski, banyak pula orang Jepang yang menghabiskan liburan mereka menginap ke tempat-tempat penginapan tradisional, seperti ryoukan atau minshuku. Biasanya yang memilih aktifitas ini adalah para keluarga. Baik itu keluarga kecil (ayah, ibu dan anak) atau keluarga besar. Rombongan-rombongan siswa sekolah atau karyawan perusahaan pun tak jarang memilih aktifitas ini.

Selain menyenangkan karena suasana penginapan yang tenang, aktifitas seperti bersantai dalam kolam air panas sambil menikmatipemandangan salju yang indah juga bisa didapatkan. Karena, penginapan-penginapan tersebut menyediakan fasiltas berupa onsen(kolam) terbuka. Menjadikan waktu libur yang singkat benar-benar dapat menurunkan tingkat stres para penyewanya.

4. Menghadiri Festival Musim Dingin

Jepang adalah bangsa yang terkenal suka mengadakan pesta rakyat/ festival. Tak hanya pada perayaan hari-hari besar keagamaan, setiap pergantian musim pun ada festivalnya. Termasuk ketika musim dingin, banyak diadakan festival-festival menarik.

Salah satunya adalah Sapporo Yuki Matsuri, festival musim dingin terbesar di Jepang. Setiap tahunnya festival ini mampu menarik jutaan pengunjung, dari dalam maupun luar negeri. Festival diadakan selama 7 hari pada bulan Februari, berlangsung di Kota Sapporo. Festival ini berisikan pahatan ratusan patung salju dan pahatan es lainnya yang menghiasi Taman Odori, hingga ke lapangan di Satoland, dan jalanan utama di Susukino.

Ada juga festival di Kota Ashikawa, Hokkaido. Walaupun tak sebesar di Sapporo, tapi kegembiraan melihat berbagai pahatan es yang gemerlapan, dijamin tak kalah dengan festival Sapporo Yuki Matsuri. Apalagi, di sini dapat dinikmai juga ramen khas Ashikawa, ramen yang terkenal di seluruh penjuru Jepang. Makanan yang sangat pas untuk menghangatkan tubuh.

Meskipun kebanyakan festival musim dingin diadakan pada bulan Februari, tapi itu tak mengganggu semaraknya perayaan. Warga Jepang maupun turis mancanegara tak pernah absen memeriahkannya.

5. Tradisi Bersih-bersih Rumah

Bagi mereka yang sedang malas keluar rumah, atau tak memilki anggaran memadai untuk berlibur, aktifitas ini jadi pilihannya. Masyarakat jepang punya budaya membersihkan rumah sebelum memasuki tahun baru, yaitu oosoji.

Mereka percaya membersihkan rumah berarti membuang hal hal kotor (ketidakberuntungan) di tahun ini. Dengan rumah yang bersih menandakan mereka siap menyambut tahun baru dengan keberuntungan baru pula.

Tradisi oosoji biasanya melibatkan seluruh anggota keluarga. Jadi ajang menyenangkan bagi bertemunya seluruh anggota keluarga. Jika di hari lain mereka sibuk dengan aktifitas masing-masing (bekerja atau bersekolah), maka momen oosoji mengakrabkannya kembali. 



Source: www.AnneAhira.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...