Kamis, 07 April 2011

Daftar Nama Keluarga di Jepang

Penggunaan nama keluarga bisa dibilang relatif baru pada budaya Jepang karena baru mulai diterapkan pada masa Restorasi Meiji sekitar tahun 1870an dengan mulai diperkenalkannya sistem registrasi keluarga. Pada masa itu semua orang harus terdaftar dan tercatat pada regestrasi keluarga dan semua orang harus mempunyai nama keluarga. Sebelum itu, nama keluarga hanya umum dimiliki oleh golongan yaitu samurai dan golongan Kuge, yaitu golongan arsitrokrat yang tinggal di sekitar lingkungan istana saja.
Sampai saat ini ada sekitar 290.000 nama keluarga yang terdaftar di Jepang. Jumlah yang sangat banyak kalau dibandingkan dengan negara lain seperti China yang memiliki sekitar 500, Korea 250 atau Finland negara Eropa yang memiliki nama keluarga terbanyak 30.000an. Nama keluarga yang begitu banyak disebabkan oleh cara membaca huruf kanji yang memiliki banyak variasi. Satu huruf kanji bisa dibaca dengan dua atau tiga nama demikian juga sebaliknya, nama yang sama bisa ditulis dengan huruf yang berbeda. Disamping ribun jenis huruf yang sudah lazim digunakan, ada juga beberapa huruf langka yang jarang digunakan serta ditambah lagi dengan nama orang Jepang keturunan China, Korea dan Okinawa yang kadang mempunyai cara baca yang berbeda. Jadi bisa dibayangkan betapa ruwetnya dan bingungnya mereka dalam urursan nama. Untuk menghidari kesalahan yang tidak diinginkan, biasanya dalam catatan dan dokumen resmi bisanya di atas huruf kanji selalu tersedia kolom kecil untuk menulis huruf hiragana.
Umumnya, berdasarkan nama keluarga dan huruf kanjinya biasanya menjelaskan asal usul leluhur atau silsilah orang yang bersangkutan. Misalnya nama keluarga bersuku kata Ta atau Da , seperti Yamada, Tanaka, besar kemungkinan berasal dari keluarga petani. Nama bersuku kata Yama, seperti Yamaguchi adalah berasal dari gunung. Nama bersuku kata Fuji atau To, yang berarti bunga Fuji umumnya berasal dari golongan samurai atau pemimpin. Namun pada semua itu hanyalah asal asul saja atau sekedar nama belaka. Pada masa sekarang silsilah asal nama semacam itu tidaklah terlalu penting seperi misalnya nama keluarga Honda, walaupun berakhiran Da yang berarti sawah, tentu bukan lagi bekerja sebagai petani namun pemilik perusahaan otomotif.
50 Daftar nama keluaga yang umum dipakai dan artinya
Satoo
佐藤
sebalah kanan bunga fuji
Suzuki
鈴木
Takahashi
高橋
jembatan tinggi
Tanaka
田中
tengah sawah
Watanabe
渡辺 (渡邊)
menyebrangi daerah
Itoo
伊藤

Yamamoto
山本
hutan asal
Nakamura
中村
desa tengah
Kobayashi
小林
kayu kecil
Saitoo
斎藤 (斉藤)

Katoo
加藤

Yoshida
吉田
sawah baik
Yamada
山田
sawah gunung
Sasaki
佐々木

Yamaguchi
山口
mulut gunung
Matsumoto
松本
asal kayu /pohon
Inoue
井上
atas sumur
Kimura
木村
desa pohon
Hayashi
hutan kecil
Shimizu
清水

Yamazaki / Yamasaki
山崎

Mori
hutan
Abe
阿部 / 安倍

Ikeda
池田
kolam sawah
Hashimoto
橋本
jembatan kayu
Yamashita
山下
bawah gunung
Ishikawa
石川
batu sungai
Nakajima / Nakashima
中島
tengah pulau
Maeda
前田
depan sawah
Fujita
藤田

Ogawa
小川
sungai kecil
Okada
岡田

Gotoo
後藤

Hasegawa
長谷川

Murakami
村上
atas desa
Kondoo
近藤

Ishii
石井
sumur batu
Sakamoto
坂本

Endoo
遠藤

Aoki
青木
pohon hijau
Fujii
藤井

Nishimura
西村
desa barat
Fukuda
福田
sawah keberuntungan
Oota
太田

Miura
三浦

Fujiwara
藤原

Okamoto
岡本
bukit pohon
Matsuda
松田

Nakagawa
中川
tengah sungai
Nakano
中野
tengah ladang

Suku kata yang umum di pakai dan artinya
kawa
sungai (river)
hashi
jembatan (bridge)
i
sumur (pond)
ta, da
sawah (rice paddy)
hara, bara, wara
plain
no
ladang (field)
shiba
rumput (lawn)
fuji
bunga fuji (wisteria)
matsu
pine tree
sugi
Japanese cedar
take
bambu
(ki)
kayu / pohon
hayashi
kayu / hutan copse
mori
hutan
saka
lereng (slope)
oka
bukit (hill)
yama
gunung
ike
kolam (pond)
numa
rawa, danau (swamp, lake)
zawa
rawa rawa (swamp, marsh)
saki
promontory
ishi
batu (stone)
iwa
batu cadas, tebing (rock)
tani
tanjung pulau (valley)
hama
pantai (beach)
shima
pulau (island)
mura
desa (village)
sato
desa kecil (small village)
to)
gerbang (gate)
miya
istana (palace)
kami
Tuhan (god)
do, tsuchi
tanah, bumi (earth)
sakura
sakura, cherry tree
kiku
chrysanthemum
tera
kuil buddha (temple)
hori
parit, canal (moat, canal)
e
teluk (inlet, bay)
taki
air terjun (waterfall)
izumi
mata air (spring)
taka
tinggi (high)
oo
besar (big)
ko
kecil, anak (small)
naka
tengah (middle)
ue, kami
atas (above)
shita, shimo
bawah (under)
tomi
kaya (rich)
hoso
sempit (narrow)
hiro
luas (broad)
naga
panjang (long)
naga
abadi (eternal)
maru
bundar, bulat (round)
kuro
hitam (black)
shira, shiro
putih (white)
ao
biru (green, blue)
yoshi
baik (good)
fuku
lucky
 
moto
asal (origin)
guchi
mulut, pintu masuk (mouth, entry)
kuma
beruang (bear)
ina
tanaman padi (rice-plant)
saka
alcohol
kane
uang (money)

Perbandingannya dengan budaya Indonesia
Indonesia hampir tidak mengenal aturan tentang nama keluarga, kecuali untuk sebagian daerah tertentu seperti Menado, Ambon atau Medan. Pada situasi tertentu disaat nama keluarga wajib dicantumkan, umumnya digunakan kata "Binti" atau "Bin". Untuk kondisi di Indonesia, sepertinya dengan ataupun tanpa nama keluarga, nyaris bukanlah menjadi masalah apapun, namun saat dihadapkan pada aturan negara lain seperti Jepang misalnya, kadang menimbulkan sedikit masalah. Bukan masalah besar tentu saja, cuma saja memerlukan cukup banyak waktu untuk menjelaskannya.

post by: kumakoChan :*

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...