Sabtu, 02 April 2011

Mengenal budaya Jepang lewat pribahasa

[1] Pribahasa Jepang yang mirip dengan pribahasa Indonesia
Saru mo ki kara ochiru
サルも木から落ちる 
( monyet juga jatuh dari pohon )
Artinya : Sepandai pandainya tupai melompat akhirnya pernah jatuh juga
I no naka no kawazu
井の中の蛙 
( katak dalam sumur )
Artinya : Bagai katak dalam tempurung
Tana kara bota mochi
棚からぼたもち 
( kue mochi jatuh dari rak )
Artinya : Seperti mendapat durian runtuh
Mochi adalah nama kue yang terbuat dari ketan
[2] Dipakai dalam pekerjaan & memberi semangat
Ishi no ue san nen 
石の上に三年 ( Tiga tahun diatas batu )
Pribahasa ini biasanya ditujukan untuk pekerjaan, yang betapapun sukarnya, tidak menyenangkan, membosankan atau betapapun beratnya tetap harus dijalankan dan tidak menyerah, setidaknya sampai tiga tahun. Setelah berjalan tiga tahun barulah diputuskan, apakah akan tetap bertahan atau beralih ke pekerjaan atau perusahaan lain. Duduk di atas batu tentu saja tidak menyenangkan, keras dan menyakitkan. Kalau kondisi alam di jepang yang mengenal musim dingin yang juga ditambahkan, penderitaan menjadi lebih lenkap. Pribahasa ini sangat populer dan tampaknya tidak ada orang jepang yang tidak mengetahuinya.
Nana korobi ya oki
7 転び 8起き
( 7 kali jatuh, 8 kali bangun)
Tetap berjuang tanpa menyerah
Abura o uru
油を売る 
( menjual minyak )
Berbicara atau ngobrol saat bekerja, yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.
[3] Dipakai bahan tertawaan atau sindiran
Mikka Bouzu
三日坊主 (Pendeta Tiga Hari)
Kalau anda belajar bahasa jepang dengan semangat, bangun pagi dan menghafal banyak kata kata baru tentu adalah sesuatu hal yang baik, yang di ibaratkan dengan pendeta. Namun kalau perbuatan baik itu hanya berlangsung selama tiga hari saja, maka anda akan dijuluki dengan "Mikka Bouzu" alias pendeta tiga hari. Pribahasa itu mungkin bisa disamakan dengan "Hangat hangat tai ayam". Apakah artinya kita kalah dari orang jepang, karena kehangatan tai ayam yang hanya beberapa menit ? Entahlah....
Neko ni koban
猫に小判 ( kucing diberi koin emas )
Mempunyai barang yang tidak berguna. Contohnya seperti saya, orang yang senang membeli buku, namun malas membaca, atau kalau dibaca paling cuma halaman depan saja, akhirnya bosan dan menjadi pajangan di rak buku saja.
Buta ni shinju
豚に真珠 ( babi diberi / dikalungi permata )
Sampai sekarang saya tidak berani memakai perhiasan karena takut dibilang “buta ni shinju”. Istri atau pacar yang cantik juga seing dikonotasikan dengan permata, sehingga salah satu teman saya yang mempunyai pacar sangat cantik kadang diolok olok dengan “buta ni shinju”. Tidak sopan ? Tentu saja ! Pribahasa ini juga berarti "tidak tahu barang berharga", seperti babi di beri kalung berlian, atau seperti monyet diberi bunga dalam bahasa Indonesia.
Tsuru no Hito koe
鶴の一声 ( pekikan burung bangau )
Anak yang sangat nakal dan tidak bisa diatur, tapi kalau ibunya sekali berteriak, anak itu menjadi ketakutan dan penurut. Dalam situasi seperti itu, pribahasa ini dipakai.
[4] Pribahasa Populer lainya
Sumeba Miyako
住めば都 ( ditinggali terasa ibu koto )
Kalau sudah lama tinggal di daerah orang lain, akan terasa seperti kota atau daerah kelahiran sendiri
Ichigo ichie
一期一絵 ( pertemuan sekali seumur hidup )
Biasanya hanya dipakai dalam pesan pesan upacara pernikahan.
Hana yori danggo
花よりだんっご ( lebih baik kue dari pada bunga )
Lebih baik memilih sesuatu yang pasti (kue) dari pada suatu yang kelihatan indah namun tidak pasti (bunga).
Pribahasa ini juga dipakai sebagai judul serial televisi sehingga pribahasa ini menjadi semakin populer.
Watari ni fune
渡りに船 ( mau menyebrang ada perahu )
Kebetulan yang pada saatnya. Contohnya, saya sangat ingin makan kue bolu dan tiba tiba ada saudara jauh yang berkunjung dan membawa oleh oleh kue bolu !
Hara ga hette wa ikusa dekinu
腹が減っては戦は出来ぬ ( kalau lapar tidak bisa berjuang )
Kuchi ga karui
口が軽い ( mulut ringan )
Tidak bisa menyimpan rahasia, suka mengatakan sesuatu yang tidak perlu dibicarakan.

[5] TambahanPribahasa berikut hanya tambahan saja yang mungkin tidak semuanya umum dipakai atau diketahui oleh orang jepang
Take o watayou
竹を割ったよう ( bambu terbelah)
Orang yang mempunyai sifat lurus, simple, jujur

Kuchi ga katai
口が固い (mulut keras )
Bisa menyimpan rahasia
Mimi ga itai
耳が痛い ( kuping sakit )
Artinya mendengar kelemahan sendiri, hati terasa sakit
Kao ga ureru
顔が売れる (muka laris)
Orang yang populer / terkenal
Suzume no namida
スズメの涙 ( air mata burung gereja )
Sesuatu yang kecil seperti bantuan misalanya yang dirasa tidak berarti.
Ofuroshiki o hirogeru
大風呂敷を広げる ( membuka furoshiki besar )
Furoshiki adalah selembar kain yang dipakai untuk membungkus barang. Arti dari pribahasa ini adalah : Omong kosong, tidak ada artinya. Membual. Seperti saya yang bercerita ketika mancing mendapat ikan sebesar dua kali telapak tangan, padahal sebenarnya cuma sebesar kelingking.
Nisoku no waraji
二足のわらじ ( dua pasang sandal jerami )
Mempunyai dua pekerjaan atau mempunyai pekerjaan sampingan. Seperti mahasiswa yang belajar sambil bekerja
Ame futte, ji katameru
雨降って、地固める ( hujan turun, tanah menjadi keras )
Urusan menjadi lancar setelah melewati beberapa rintangan.
Mizu ni nagasu
水に流す ( mengalirkannya ke air )
Melupakan masa lalu dan memulai lagi dari awal
Te o yaku
手を焼く ( membakar tangan )
1. Tidak tahu lagi cara menghadapi permasalahan
2. Busy to care, misalnya memelihara anjing tidak mudah karena memerlukan perawatan dan perhatian yang besar, apalagi kalau si anjing banyak tingkah.
Me ga koeru
目が肥える ( mata gemuk )
Orang yang matanya berpengalaman, tahu barang bagus hanya dengan melihat saja. Sepertinya tidak ada hubungannya antara mata, gemuk dan pengalaman
Shita ga koeru
舌が超える ( lidah gemuk )
Orang yang lidahnya sangat peka, sangat berpengalaman dalam rasa makanan. Pribahasa ini juga sepertinya cukup aneh menurut budaya kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...