Minggu, 03 April 2011

Menjelajah Jepang ..

JANUARI
Tahun Baru di Jepang diawali dengan kata ‘akemashite omedetou’, yang artinya “Selamat Tahun Baru”. Di tengah-tengah putihnya salju, orang-orang pergi untuk melihat matahari tahun baru atau mengunjungi kuil untuk memohon kesehatan pada tahun ini.

Hawanya sangat dingin, tetapi saat sinar matahari menyusup ke dalam udara yang dingin pada pagi hari yang cerah, keindahannya tak ada kiranya di dunia ini.

Di rumah, orang-orang melewati waktu dengan riang sambil makan osechi, yakni masakan khusus untuk Tahun Baru atau kue beras atau mochi. Yang menyenangkan juga adalah Kartu Tahun Baru. Di Jepang, orang-orang saling mengirimkan kartu pos itu di antara teman atau kenalan. Gambar 12 shio binatang tergambar pada kartu tahun baru itu. Apakah shio binatang tahun ini? Monyet? Ayam? Atau Anjing?

FEBRUARI

Bulan Februari di Jepang adalah bulan di mana banyak salju turun. Di daerah utara, semuanya memutih akibat salju, misalnya jalan, atap rumah, dan puncak gunung. Salju sangat indah, dan berkat salju tersebut kami bisa bermain ski atau bermain lempar-lemparan gumpalan salju. Sebaliknya, yang menyusahkan adalah jika terjadi salju longsor, lumpuhnya lalu lintas atau banyaknya orang yang masuk angin.

Tetapi setelah melewati pertengahan bulan Februari, hari-hari dingin dan hari-hari hangat datang bergantian. Hal ini menunjukkan musim semi telah mendekat. Bunga-bunga mulai mekar, burung bulbul mulai berterbangan di sekitar pohon Plum. Burung bulbul adalah burung yang berwarna hijau muda dan bersuara merdu.

MARET

Salju telah meleleh dan sinar musim semi yang hangat mulai bertaburan di permukaan tanah yang beku. Pucuk-pucuk tumbuhan mulai muncul, ulat-ulat yang bangun dari tidurnya selama musim dingin merangkak keluar, dan burung-burung mulai berkicau di langit.

Tanggal 3 Maret di Jepang adalah hari perayaan momo atau buah persik. Keluarga yang memiliki anak perempuan merayakan hinamasturi untuk mengharapkan kebahagiaan serta pertumbuhan anak perempuan itu. Orang-orang menghiasi panggung kecil berbentuk tangga yang berwarna merah dengan boneka, kue beras berwarna-warni yang berbentuk belah ketupat, sake manis, dan bunga persik yang berwarna merah muda. Lalu mereka menghabiskan waktu bersama.

APRIL

Bunga sakura yang terkenal di Jepang mekar pada bulan April. Untuk mengikuti mekarnya bunga sakura di berbagai belahan Jepang, surat kabar terus memuat artikel tentang sakura, misalnya Hana-dayori atau Sakura zensen.

Pada waktu ini, orang-orang Jepang biasanya menikmati keindahan bunga sakura. Karena bunga Sakura cepat gugur, banyak orang yang datang sekaligus berduyun-duyun ke tempat yang terkenal akan keindahan sakura. Di bawah pohon sakura, mereka makan-makan dan minum-minum. Pada jaman dahulu, menikmati keindahan sakura adalah ritual suci, tetapi sekarang berubah menjadi acara yang ramai.

Ketika bunga sakura mekar di daerah tengah Jepang, di daerah utara salju baru meleleh, sebaliknya, di daerah selatan, musim panas hampir dimulai.

MEI

Bulan Mei di Jepang adalah musim segar kehijau-hijauan, yang berkilau-kilau saat baru lahir. Tanggal 5 Mei adalah hari perayaan Tango. Jika 3 Maret adalah perayaan untuk anak perempuan, maka 5 Mei adalah perayaan untuk anak laki-laki, Koinobori, atau semacam bendera layang-layang ikan yang dikibarkan di langit, adalah pemandangan yang biasa pada musim ini.

Menurut tradisi, koinobori dikibarkan tinggi-tinggi di langit untuk mengharapkan sukses dalam kehidupan. Musim ini juga merupakan musim menanam benih padi yang muda di sawah. Di Jepang, orang-orang juga menanam padi seperti di Indonesia. Sawah-sawah yang penuh dengan air sedikit demi sedikit berubah menjadi permadani hijau.

JUNI

Bulan Juni di Jepang adalah bulan yang penuh dengan turunnya hujan. Ketika musim berubah dari musim semi ke musim hujan, hujan turun terus menerus. Musim ini disebut tsuyu atau musim hujan. Tsuyu mirip dengan musim hujan di Indonesia, tetapi tsuyu hanya berlangsung selama kira-kira satu bulan.

Bagi para petani Jepang, tsuyu adalah hujan penuh berkah. Air yang dibawa oleh hujan memberi nutrisi kepada padi di sawah, dan berkat air itu, orang-orang bisa bercocok tanam padi di sawah yang sama secara terus-menerus. Hujan di bulan Juni sangat penting bagi pertanian Jepang.

JULI

Pada bulan Juli, musim hujan mulai selesai, bermula dari daerah selatan menuju ke utara Jepang. Matahari setelah selesainya musim hujan bersinar menyilaukan, dan datanglah musim panas. Dari balik gunung atau laut muncullah gumpalan-gumpalan awan raksasa.

Tanggal 7 Juli adalah hari perayaan Tanabata. Perayaan ini berasal dari Cina, tetapi sekarang telah diserap oleh Jepang.

Sejak jaman Edo, ada kebiasaan di kalangan masyarakat Jepang untuk menuliskan harapan dan keinginannya di kertas berwarna-warni yang berbentuk persegi panjang, lalu menghiasinya pada daun bambu sambil memohon semoga keinginannya tercapai.

Langit malam yang indah bulan Juli, bintang kecil bertaburan, dan galaksi Bimasakti pun tampak seperti sungai yang mengaliri langit. Dua bintang mengapit Bimasakti, tampak lebih terang dibanding bintang-bintang lainnya. Kedua bintang itu bernama Altair dan Vega. Hanya sekali dalam setahun, yakni pada tanggal 7 Juli, mereka bertemu.

AGUSTUS

Musim panas di Jepang sangat panas seperti di Indonesia. Sekolah-sekolah memasuki liburan musim panas. Langit biru dan bunga matahari berwarna kuning cerah. Di pemandian-pemandian laut terdengar suara ceria anak-anak yang bermain dengan riang gembira.

Pada musim panas ada banyak hal-hal yang menyenangkan. Yang sangat ramai adalah festival musim panas dan hanabi atau pesta kembang api pada malam hari. Pasar malam berderet dan kembang api yang memancar di langit malam sangat indah.

Dari tanggal Dari tanggal 13 sampai 15 ada perayaan 'Obon'. Obon adalah acara yang mirip dengan Dulang di Indonesia. Pada hari ini, roh orang yang sudah meninggal dan nenek moyang dijemput kembali ke rumah.

Setelah melewati pertengahan bulan, musim panas mendekati  akhirnya. Di laut, para pengunjung mulai berkurang. Bunyi ombak yang ramai dengan banyaknya orang-orang tadi, sekarang tampaknya merasa sedih.

SEPTEMBER

Musim gugur telah tiba. Bulan ini juga merupakan musim badai. Para petani khawatir akan datangnya hujan atau angin sebelum panen padi atau buah-buahan. Namun sesudah angin yang kuat, langit hari itu menjadi terang dan pada malam harinya bulan bercahaya nan kemilau.

Di Jepang ada kebiasaan menikmati terangnya cahaya bulan pada purnama bulan September, untuk berterima kasih atas hasil panen musim gugur. Pada hari yang bulannya tampak paling indah di sepanjang tahun itu, orang-orang yang berterima kasih atas hasil panen musim gugur meletakkan alang-alang, ubi, kastanye, dan kue bola sebagai sesajen.

Ada juga perayaan yang disebut Keiro, yaitu menghormati orang yang tua di Jepang, yakni menghormati para orang tua yang telah banyak berjasa bagi masyarakat dan merayakan panjangnya usia mereka.

OKTOBER

Bulan dimana saya dilahirkan. Langit Oktober berwarna biru cerah. Sawah-sawah berwarna keemasan. Musim yang ditandai dengan kegiatan memotong padi ini adalah musim yang menyenangkan, tidak panas dan juga tidak dingin.

Setelah permulaan musim gugur berlalu, udaranya menjadi semakin dingin dan dedaunan yang tadinya berwarna hijau berubah menjadi warna merah atau kuning. Orang-orang pergi ke gunung untuk mencari pemandangan indah dan menikmati daun-daun pohon yang memerah atau menguning. Ini merupakan kebiasaan orang Jepang, yaitu mementingkan perubahan musim.

Musim gugur adalah musim membuahkan berbagai macam hal, bukan hanya padi dari sawah, kastanye, buah kesemek, sayur-sayuran, serta buah-buahan, namun juga membuahkan kegembiraan. Biasanya pada bulan ini, orang-orang Jepang bertambah nafsu makannya.

NOVEMBER

Pada bulan November, hawa dingin mulai terasa pada pagi dan sore. Daun-daun pohon menjadi semakin cerah. Di daerah utara, embun es mulai turun, dan di gunung yang tinggi salju mulai turun. Musim potong padi yang sibuk telah selesai dan cuaca cerah terus berlangsung.

Pada bulan ini, ada acara untuk merayakan anak yang telah berusia 3, 5, dan 7 di Jepang. Keluarganya saling gembira tumbuhan dan kesehatan anak setiap tahun. Anak-anak memakai pakaian tradisional Jepang yang disebut kimono dan berziarah ke kuil Shinto.

Bulan November di Jepang juga merupakan musim perpindahan burung. Dari negeri-negeri utara yang jauh dan lebih dingin daripada Jepang, berbagai jenis burung seperti angsa, burung bangau, dan angsa liar bermigrasi ke Jepang. Selama musim dingin, mereka lewatkan waktu di Jepang yang tidak begitu dingin.

DESEMBER

Pada bulan Desember, siang menjadi lebih pendek dan hawa dingin mulai menusuk. Binatang-binatang seperti ular, katak, atau beruang memasuki periode dormansi, yakni tidur selama musim dingin.

Sejak dahulu, bulan Desember adalah bulan yang sangat sibuk karena merupakan bulan di penghujung tahun sekaligus persiapan menyambut Tahun Baru. Salju mulai turun sekitar hari Natal, dan tempat ski mulai ramai dengan orang-orang yang bermain ski.

Di Jepang ada kebiasaan untuk memakan mi soba khusus, yaitu semacam mi khas Jepang pada malam Tahun Baru yang disebut dengan toshikoshi soba. Soba ini dimakan bersama-sama dengan seluruh anggota keluarga pada malam itu.

Lonceng pada malam Tahun Baru menandainya berakhirnya satu tahun yang telah lalu. Pada waktu itu orang-orang membuang seratus delapan nafsu jahat dan menyambut Tahun Baru.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...